Jangan puas (dulu) dengan gelar akademis

Udara panas Jakarta memang tak mau bersahabat dengan siapapun juga, apalagi dengan para pelamar kerja. Tidak peduli dia lulusan sarjana universitas terkemuka, ataupun lulusan SMK di pelosok Gunung Kidul sana. Tetap saja udara panas Jakarta menghampiri siapa saja.

Bagi Anda para pencari kerja, apalagi yang sudah punya gelar seabrek sampai-sampai Anda sendiri tak tahu bagaimana cara menulisnya dengan benar, jangan terlalu menyombongkan diri dengan gelar itu. Juga bagi Anda para pencari kerja yang miskin papa gelar akademis, jangan pula cepat-cepat berputus asa.

Kabar baik bagi Anda yang tidak punya gelar akademis: bahwa para rekruter jaman sekarang tidak hanya menjadikan gelar akademis sebagai senjata penentu diterima atau tidaknya seseorang untuk menjadi pekerja suatu perusahaan. Ada faktor lain yang bisa membuat Anda diterima di suatu organisasi, adalah kompetensi komunikasi dan berelasi yang menjadi faktor lain itu. Kompetensi komunikasi itu antara lain, bagaimana kemampuan seseorang dalam mengemukakan gagasannya di depan umum secara lisan (presentasi), bagaimana kemampuan seseorang dalam meyakinkan orang lain, menjawab pertanyaan yang tidak terduga, memberikan jawaban yang tidak terduga atau dengan sudut pandang yang tidak biasa dibahas orang lain. Sementara keterampilan berelasi (building relation) antara lain bagaimana kemampuan dia untuk dapat bekerja di dalam tim. Keterampilan menjalin relasi ini menjadi salah satu kompetensi inti yang dicari oleh para rekruter. Kompetensi ini penting karena seorang akan bekerja dalam sebuah organisasi dimana terdapat organisme (orang yang hidup). Ketika seorang tidak dapat menjalin relasi dengan baik dan wajar dengan orang lain maka dapat dipastikan dia tidak akan dapat berkinerja secara optimal.

Ada seorang yang brilian secara intelektual, seorang lulusan universitas terkemuka, namun orang itu cepat meledak-ledak (emosional) ketika dikritik atau didebat. Siapa yang tahan bekerja dengan orang seperti ini? Jawabnya, tidak ada. Maka tidak akan ada yang memakainya.

Begitulah kabar baik, bagi Anda yang tidak/belum memiliki gelar akademis. Jangan khawatir. Perkuat kompetensi berkomunikasi dan berelasi Anda. Kabar buruknya bagi Anda yang tidak bergelar, Anda tetap harus berusaha mencari gelar karena banyak sudah orang yang bergelar dan juga memiliki kompetensi komunikasi dan relasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s