Performance – Happiness Matrix (Tak cukup bahagia saja!)

Bayangkan Anda bekerja dengan orang-orang yang sangat hebat kinerjanya. Tentu sangat menyenangkan bukan bekerja ataupun memiliki atasan/bawahan yang hebat. Tapi, bayangkan sekali lagi juga mereka yang itu tidak bahagia. Datang ke kantor dengan muka masam. Tak ada senyum secuilpun kendati Anda sudah Srimulat banget. Tapi dia bagus banget kinerjanya. Kasihan sekali bukan mereka (dan juga Anda).

Adalah Charles Kerns, PhD, seorang associate professor di Graziadio School of Business and Management yang mencoba mempolakan hubungan antara performance dan happiness dalam dunia kerja. Dia membuat sebuah matrik yang terdiri dari empat kuadran hasil dari penghubungan kebahagiaan (happiness) dengan kinerja (performance).

Berikut adalah gambar matrik kinerja – kebahagian:

 

1.     Bahagia – Tidak Perform

Mereka yang ada dalam kuadran ini adalah pekerja yang bahagia namun sayang sekali kinerjanya rendah (poor performance). Mereka kadang sangat optimis kendati kinerjanya jelek. Hal ini dapat terjadi karena yang bersangkutan membutuhkan pelatihan tertentu. Jika pelatihan sudah diberikan, mereka yang dikuadran ini akan dapat melesat ke kuadran 4 (bahagia dan perform).

2.     Tidak Bahagia – Tidak Perform

Nah yang dikuadran inilah yang kadang bikin pusing orang HRD, sudah tidak perform tak bahagia lagi. Kasihan sekali! Banyak faktor yang dapat menyebabkan kondisi ini misalnya sistem pengelolaan kinerja yang tak bagus di perusahaan, lemahnya sistem atau mekanisme seleksi, rendahnya sistem penghargaan. Jelas apabila Anda memiliki pekerja di kuadran ini maka Anda harus mengatasi masalah bagaimana membuat bahagia mereka dan juga bagaimana membuat mereka berkinerja.

3.     Tidak Bahagia – Perform

Sementara inilah kondisi seperti sudah disinggung di prolog. Pekerja yang hebat dalam kinerja tapi tak bahagia. Mereka bisa saja tidak menemukan tantangan dalam pekerjaannya, pekerjaan yang ditangani terlalu remeh, dan tak jarang kemudian karena tak juga dapat tugas atau iklim kerja yang lebih memantang, mereka pilih hengkang. Padahal tak jarang dari mereka adalah potential talent.

4.     Bahagia – Perform

Inilah kondisi yang diidamkan, pekerja bahagia dan juga menunjukkan kinerja yang luar biasa. Inilah yang menjadi penentu kesuksesan sebagian besar organisasi.

Mereka yang dikuadran ini ada dalam kondisi:

1.      Dapat tugas yang jelas

2.      Menemukan motivasi dalam tugasnya

3.      Difokuskan pada apakah urusan yang penting dan dapat mereka pengaruhi.

4.      Diberi sumber daya atau dukungan yang cukup untuk eksekusi pekerjaannya.

5.      Bertindak dan diajak bicara tentang cara-cara bagaimana mengembangkan kinerja dan kebahagiaan.

6.      Terlibat secara signifikan dengan pekerjaannya alias tidak terasing dengan pekerjaannya.

7.      Menemukan arti dan tujuan dari pekerjaan.

8.      Lebih banyak pengalaman positif dari pada negatif dalam kerja.

9.      Mensyukuri masa lalu.

10.   Optimis dengan masa depan.

11.   Mendapat pengakuan atas kinerjanya.

12.   Bahagia dengan iklim kerjanya.

Untuk memperkaya silakan dibaca di http://gbr.pepperdine.edu/081/performance.html

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s